Your Trusted 18 Hours Service Provider!

e-media trust

SOLUTION FOR YOUR : SYSTEM CCTV, PAGGING, ALARM, AUDIO

  • stora #first

    volte.torasoit.com
  • Award Minning

    essell.torasoit.com
  • Globb Certificate

    XSO 9001:2015
By - torasoit

Perbedaan Peredam Penyerap Suara

Bingung Membedakan Kedap suara Ruang ?

Disini saya ulas dengan hasil riset pemikiran Soitd Tora yang terjadi sesuai instalator baik pemasangan bahan, jenis bahan,
dari segi tepat guna, fungsi, berarti murahpun tetap solusi, menentukan mahal juga di nilai dari :
1.Finishing
2.Design
3.Uraian bahan,

Inti pembahasan ini adalah ;
“BAHAN PEREDAM DAN PENYERAP SUARA MENJADI DUA HAL YANG BERBEDA”.
“Peredam Suara, Matrial penyerap suara dan tidak menimbulkan kebocoran suara dari penerapan panel ke ruang luar.
Penyerap Suara, bertujuan mengurangi pantulan / diagonal suara dari berbagai bidang ruangan”.
oleh; Soitd Tora


Akustik Suara Ruang :
1. Bahan Peredam? (Sound), Pola design penerapan
2. Bahan Penyerap (Sound), Pola design penerapan

Perbedaan : Peyerap dan Peredam Suara baik dari matrial, fungsi dan tujuan penerapan yang berbeda.

Kita mulai dari, PEREDAM SUARA
Peredam Suara, Matrial penyerap suara dan tidak menimbulkan kebocoran suara dari penerapan panel ke ruang luar.
Penyerap Suara, bertujuan mengurangi pantulan diagonal suara dari berbagai bidang ruangan.

Mari kita tinjau lebih dalam; Peredam Suara / matrial insulasi suara ini bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kebocoran suara dari satu ruangan ke ruangan lainnya lebih lengkapnya suara akan terperangkap hanya pada ruangan itu saja, dan
definisi teknisnya penerapan bahan matrial yang dapat menginsulasi perpindahan suara.

Contoh matrial peredam insulasi suara ;
MPP, Acourete Mat Resin 2A, Acoutere Paint EZ1, dan sebagainya.

Pada tehnik “PEREDAM” Garis besar pemasangannya menjadi 2 (dua) bagian secara umum :

  1. Dipasang di antara Spasi [A1 – R – A2] (Pola Peredam, Bukan Pola Penyerap)
  2. Dipasang di luar [A1 – R] tanpa finishing seperti bahan gybsum, dll (Pola Peredam, Pola Penyerap)

Keterangan:

Pola susunan gambar :

[A1 -R – A2]
Pola Peredam;
DINGDING – KERANGKA + MATRIAL RUBBER 1 – MATRIAL RUBBER 2 – FINISHING GIBSUM (SEJENIS)

[A1 -R ]
Pola Peredam 2, Dan Pola Penyerap;
DINGDING – KERANGKA + MATRIAL RUBBER 1 – MATRIAL RUBBER FINISHING.



A. Karakteristik pada Matrial peredam insulasi suara ini adalah:

Berpori Super Padat :
Semakin rapat pori material, semakin baik nilai redamannya.

Viskoelastis: Semakin baik dalam menahan redaman, semakin baik nilai redamannya.

Cenderung lebih Berat dari matrial penyerap :
Maka semakin berat materialnya, tentu akan semakin baik nilai redamannya.

DASAR ACUAN PANEL MATRIAL PADA PEREDAM,
Kemampuan sebuah material peredam suara untuk menginsulasi suara ditentukan dengan nilai STC (Sound Transmission Class) Transmission Class atau Loss.

ST-Class merupakan nilai tunggal yang dinyatakan dalam besaran dB (decibel).

ST-Loss adalah nilai pengurangan suara dalam dB (decibel) dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi.

B.? PENYERAP SUARA

Karakteristik dari bahan
Penyerap Suara :

ACUAN DASAR PADA MEDIA BAHAN PENYERAP
Kemampuan sebuah material penyerap suara baik dalam suara diagonal benturan maupun suara Verikal, dan Horison. Secara spesifiknya “penyerap” suara untuk menyerap suara makan ditentukan dengan nilai (NRC) Noise Reduction Class atau Sound Absorbing Coefficient. NRC adalah nilai koefisien.

Sound Absorbing Coefficient?adalah nilai pengurangan suara dalam dB (decibel) dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi.



Media? Pendukung Penerapan lainnya ;

3 Panel Utama pendukung untuk mengatur karakteristik pemantulan ini yakni :

1. Reflector
Bagian ini pada umumnya digunakan apabila ruang memerlukan “pemantulan” (:dalam nilai ditentukan), gelombang suara pada arah tertentu.
Material yang bersifat reflektor untuk ruang auditorium dapat dipasang dibagian langit-langit sehingga suara dari sumber yang menuju ke langit-langit dapat memantul kembali kebawah menuju ke audiens berada. Dengan menggunakan reflektor pada atap akan menyebabkan penyebaran suara menjadi lebih merata dan mencegah suara terpusat hanya pada beberapa bagian saja.

2. Absorber
Bagian ini digunakan apabila ada keinginan untuk mengurangi energi suara “penyerapan”
di dalam ruangan, atau dengan kata lain apabila tidak diinginkan adanya energi suara yang dikembalikan ke ruang secara berlebihan. Efek penggunaan elemen ini adalah berkurangnya Waktu Dengung ruang (reverberation time).

3. Diffusor
Bagian ini diperlukan apabila tidak diinginkan adanya pemantulan spekular,
atau bila diinginkan energi yang datang ke permukaan dan disebarkan secara merata, bahkan secara acak, dengan pola tertentu sesuai jenis diffusor, dalam level masing-masing arah yang lebih kecil dari pantulan spekularnya.

**kontent pengembangan relasi? : https://id.wikipedia.org/wiki/Akustik_ruang


Akustik merupakan keselamatan kebisingan

Tingkat kebisingan pada tempat ibadah maksimal 52-55 db

Pengertian Kebisingan
Masalah kebisingan tidak hanya merupakan masalah di tempat kerja saja, teapi juga di sekitar kita seperti suara pesawat terbang, suara senapan, dll.
Pengertian kebisingan adalah bunyi atau suara yang timbul yang tidak dikehendaki yang sifatnya mengganngu dan menurunkan daya dengar seseorang (WHS, 1993).

Batas frekuensi (Hz) bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz

Apa saja Jenis Bising (kebisingan) :
1. Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.

2. Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu lintas, suara pesawat terbang

3, Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll

4. Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama seperti suara mesin tempa.

Pengaruh Kebisingan terhadap tenaga kerja adalah sebagai berikut :
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? sumber relasi : Kepmen LH 48 Tahun 1996.pdf

1. Gangguan fisiologis
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris

2. Gangguan psikologis
Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll.

3. Gangguan komunikasi
Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda bahaya.

4. Gangguan pada pendengaran (Ketulian)
Merupakan gangguan yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan berkurangnya fungsi pendengaran. Gannguan pendengaran ini bersifat progresif tapi apabila tidak dilakendalikan dapat menyebabkan ketulian permanen.

Batasan tingkat kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
Batasan tingkat kebisingan dibagi menjadi 2, yaitu untuk lingkungan dengan waktu pajanan 24 jam yang kita kenal dengan Baku Mutu Lingkungan dan untuk tempat kerja dengan waktu pajanan 8 jam kerja atau Nilai Ambang Batas (NAB).
Tabel baku mutu lingkungan sesuai Kepmen LH No. 48 tahun 1996.



Program Konservasi Pendengaran meliputi :
1. Pemantauan Kebisingan
2. Audiometri Test
3. Pengendalian Kebisingan
4. Alat Pelindung Diri
5. Training Motivasi
6. Pemeliharaan Catatan / record



Alat Pengukur Bising (Kebisingan) ;
Sound Meter,
Audio Level Meter,



Alat pelindung kebisingan ;
(alat sumbat telinga kedalam dan alat penutup tanpa penyumbat ke dalam telinga )
Ear Plug
Ear Muff



T-Soitd Archive

4 thoughts on “Perbedaan Peredam Penyerap Suara

Best SEO Services Januari 27, 2020 at 10:31 am

Awesome post! Keep up the great work! 🙂

RettkowskiAizatoink Januari 28, 2020 at 5:10 am

italia is free online

c19d en ligne iss

RettkowskiAizatoink Januari 28, 2020 at 1:07 pm

enter site order viagra

[url=http://viagreatyqpo.com/]enter site order viagra[/url]
la viagra y la hipertensio

viagra ntzt nichts

AffiliateLabz Februari 15, 2020 at 8:54 pm

Great content! Super high-quality! Keep it up! 🙂

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.